Manusia tidak pernah terlepas dari 2 sifat (carakter) IMAN & MUNAFIQ
Allah menciptakan Manusia terdiri dari 2 Unsur,
bila kita cermati dalam Surat Al Hijr ayat 28 & 29.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering
(yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya,
dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku,
maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud
Bila kita hayati sesungguhnya didalam diri kita ada 2 Unsur wujud:
•Wujud Jasad (Dhohir)
•Wujud Bathin
Wujud Jasad adalah Wujud Jasmani kita yang mempunyai sifat Munafiq
keras kepala, dan selalu kekurangan sebagaimana Allah telah menciptakan
dari tanah liat yang kering yang berasal dari lumpur yang hitam.
Wujud Rokhani kita (Wujud Bathin) adalah Suci adanya karena Allah Jualah
yang langsung meniupkan kedalamnya, selalu bersaksi akan perbuatan kita
baik buruknya. dan selalu mengajak kita kepada kebaikan.
Bila kita cermati hal tersebut tentunya disana terletak adanya Program Tuhan
yang wajib kita patuhi dan ditaati aturan-aturannya,
Apa yang sebenarnya tugas kita sebagai Manusia?
Ada 3 unsur WAJIB / kewajiban yang harus kita Patuhi
dengan kedisiplinan dan kesadaran yang tinggi diantaranya sbb :
1.Pemenuhan Hak Tuhan
- Wajib Disembah dengan tidak menduakannya
- Wajib Dipuja,Dipudji,Dikultus, dengan cara Tahlil,Tahmid,dan Takbir
- Wajib Diminta dari 1001 macam keinginan tentang kebutuhan
2.Pemenuhan Hak Pribadi
- Tazkiatun Nafs,menjalankan perintah-perintahnya melalui Rukun Islam
diantaranya: Shahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji
Bacaan Shahadat merupakan sebuah Komitmen makhluk kepada Allah SWT,
yang langsung dengan kesaksian diri pribadinya.
Bacaan Shahadat para Malaikat yang mendeklarasikannya mengucapkan :
Ashaduanlla Illaha Illelloh.(Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah)
dan Nabi Adam yang mendeklarasikan Waashaduanna Muhammaddarossullulloh
(dan aku bersaksi bahwa Muhammad adallah utusan Allah)
Perintah Sholat :
Allah juallah yang langsung memerintahkannya melalui Rasul yang ditunjuk tanpa melalui perantara yaitu Nabi Muhammad SAW (kesidratul Muntaha).
Sholat adalah merupakan Silaturachi antara Makhluk dengan Kholiq
dengan waktu-waktu yang telah ditentukan yaitu 5 waktu dalam sehari
Dalam Sholat ada 3 bagian yang harus diketahui diantaranya :
(Sholat Wajib, Sholat Khusus, Sholat khusus Bil Khusus)
Sholat Wajib:
Yaitu Sholat 5 waktu yang telah ditentukan waktunya
Dzuhur, Ashar, Magrib, Isa dan Shubuh.
Sholat Khusus
yaitu : Yaitu Sholat Sunat diluar waktu-waktu tersebut diatas seperti
Sholat Dhuha, Sholat Tahajud dan Sholat Sunat lainnya.
Sholat Khusus Bil Khusus
yaitu : merupakan silaturachmi antara makhluk dengan Khaliq dimana saja
sedang apa saja, kita selalu terjaga akan Sholat kita,mampu mendirikannya
dalam keseharian dengan senantiasa selalu menyebut Asma-Nya Allah
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
hal itu kita harus mampu mewujudkannya dengan Suci Ucap, Hati dan Akhlak.
Zakat
Sifat Manusia itu Kikir dan Pelit serta buruk sangka dan merasa dirinya selalu kekurangan, Hal tersebut harus dipaksakan untuk berbuat yang sifatnya mengeluarkan
Puasa
Selalu berusaha mengembalikan menetralisirkan sel-sel darah Saodah(Sifat Jelek)
yang ada pada diri kita
Haji
Merupakan kesimpulan pengkristalisasian dari wujud tersebut diatas, diikat menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
3.Pemenuhan Hak Dengan Sesama Makluk Tuhan
Berbuat baik dan berbagi kasih menjalin silaturachi dengan sesama kita tentunya dengan cara saling tolong menolong , nasehat menasehati dan lain sebagainya yang mesti dilakukan.
Berbuat baik serta berbagi kasih untuk memelihara makluk makhluk Tuhan lainnya seperti Tumbuhan, Binatang Air, pokoknya semua yang ada diBumi kita wajib dan harus dipelihara dengan baik.
Apabila terpelihara maka akan terjaga dan akan menghasilkan yang terbaik..
Tetapi sebaliknya bila tidak terpelihara dengan baik, apalagi merusaknya,
itu akan berakibat malapetaka yang tidak kita inginkan.
Sahabat-sahabatku tercinta mari kita berbagi tentang pengalaman hidup untuk sama-sama kita pelajari sebagai bahan Penghayatan Dan Pembelajaran untuk kita semua.
Sabtu, 06 Maret 2010
Selasa, 02 Maret 2010
MAKNA SEBUAH AGAMA
Agama Tauhid adalah Agama untuk seluruh umat manusia dijagat raya ini,
atas ke Maha Besaran-Nya, Tuhan telah menciptakan manusia di muka bumi ini
dengan beraneka ragam corak, warna dan bentuk .
Dari mulai bahasa, warna kulit serta berkeyakinannya
menganut terhadap sebuah agama.
Agama mengajarkan manusia agar meyakini adanya Kemaha Besaran Tuhan
yang telah menjadikan dan menciptakan dunia ini beserta isinya
dan mengajarkan manusia agar berbuat baik terhadap sesamanya.
Tiada satupun agama didunia ini yang mengajarkan kepada manusia
untuk berbuat jahat terhadap sesamanya.
Agama diibaratkan sebuah aliran air sungai yang mengalir
yang didalamnya mempunyai anak-anak sungai dengan warna airnya
tentunya berbeda-beda ada yang putih, ada yang coklat,
ada yang hijau dan ada pula yang hitam.
Anak-anak sungai itu mengalir sampai ketitik tujuan/ muara
pusatnya yaitu Lautan.
Disanalah letaknya perumpamaan kebesaran Tuhan
yang telah menjadikan segala sesuatu ,
dari berbagai macam bentuk warna sungai tersebut,menjadi satu kesatuan,
sebuah warna yang indah yang penuh penuh dengan keajaiban.
yaitu birunya lautan bila dicicipi airnya terasa asin dan garamnya itu tidak nampak/terlihat.
Itulah arti pemaknaan sebuah Agama Tauhid.
Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran
Surat 23 Almukminuun Ayat 52 -54
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
Surat 2 Al baqarah Ayat 62
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Surat 42 Asy Syuura Ayat 13
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali .
Surat 42 Asy Syuura Ayat 14
Dan mereka tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka . Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.
Surat 42 Asy Syuura Ayat 15
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)"
Surat 42 Asy Syuura Ayat 16
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka adzab yang sangat keras
Surat 42 Asy Syuura Ayat 17
Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?
Surat 42 Asy Syuura Ayat 21
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.
Dengan demikian alangkah indahnya apabila kita sebagai penganut agama bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain dan tidak saling mencaci, menjelekan, menyalahkan tentang kepercayaan apa yang mereka yakini dengan agamanya.
atas ke Maha Besaran-Nya, Tuhan telah menciptakan manusia di muka bumi ini
dengan beraneka ragam corak, warna dan bentuk .
Dari mulai bahasa, warna kulit serta berkeyakinannya
menganut terhadap sebuah agama.
Agama mengajarkan manusia agar meyakini adanya Kemaha Besaran Tuhan
yang telah menjadikan dan menciptakan dunia ini beserta isinya
dan mengajarkan manusia agar berbuat baik terhadap sesamanya.
Tiada satupun agama didunia ini yang mengajarkan kepada manusia
untuk berbuat jahat terhadap sesamanya.
Agama diibaratkan sebuah aliran air sungai yang mengalir
yang didalamnya mempunyai anak-anak sungai dengan warna airnya
tentunya berbeda-beda ada yang putih, ada yang coklat,
ada yang hijau dan ada pula yang hitam.
Anak-anak sungai itu mengalir sampai ketitik tujuan/ muara
pusatnya yaitu Lautan.
Disanalah letaknya perumpamaan kebesaran Tuhan
yang telah menjadikan segala sesuatu ,
dari berbagai macam bentuk warna sungai tersebut,menjadi satu kesatuan,
sebuah warna yang indah yang penuh penuh dengan keajaiban.
yaitu birunya lautan bila dicicipi airnya terasa asin dan garamnya itu tidak nampak/terlihat.
Itulah arti pemaknaan sebuah Agama Tauhid.
Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran
Surat 23 Almukminuun Ayat 52 -54
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
Surat 2 Al baqarah Ayat 62
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Surat 42 Asy Syuura Ayat 13
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada -Nya orang yang kembali .
Surat 42 Asy Syuura Ayat 14
Dan mereka tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka . Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.
Surat 42 Asy Syuura Ayat 15
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)"
Surat 42 Asy Syuura Ayat 16
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka adzab yang sangat keras
Surat 42 Asy Syuura Ayat 17
Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?
Surat 42 Asy Syuura Ayat 21
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.
Dengan demikian alangkah indahnya apabila kita sebagai penganut agama bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain dan tidak saling mencaci, menjelekan, menyalahkan tentang kepercayaan apa yang mereka yakini dengan agamanya.
HIDUP ATAU MATI
Hidup adalah ingin terpenuhi segala Keinginan
Sedangkan Mati Terpenuhilah segala Keinginan itu
Hiduplah kamu dalam keadaan Mati
Supaya terpenuhi segala keinginan itu
Allah telah menjadikan kita
Dengan segala ketentuan yang telah Allah berikan
Susah-senang, Kaya-Miskin, Sehat-Sakit, Kebahagian-Penderitaan
Diatas segala Kerindhoan-Nya itu semua telah Allah berikan
Tanpa kita sadari, didorong dengan Rasa Makhluk yang ada
Kita tidak mau menerima ketentuan yang telah Allah berikan itu
Kita mau Senangnya saja tidak mau Susah
Kita mau kayanya saja tidak mau Miskin
Kita mau Sehatnya saja tidak mau sakit
Bila hal itu terjadi, maka Siksa Diri pasti akan terjadi
Kita akan selalu merasa Kekurangan Tidak Pernah merasa Cukup
Ketakutan akan selalu menghantui
Pikiran tidak akan bisa tenang
Dan Hati akan selalu dirudung Resah dan Gelisah
Janganlah hal itu terjadi menimpa diri kita.
Solusinya adalah :
Biasakan diri kita untuk bisa menerima semua ketentuan Allah SWT.
Diibaratkan kita berada di arus sungai yang mengalair,
tentunya kita harus bisa Mengikuti serta Menikmati
kemana arus sungai itu mengalir,
dan janganlah untuk coba-coba melawan arus sungai tersebut.
Manusia wajib berusaha tetapi Allah Jualah yang menentukan
Allah Ridho memberikan semua ketentuaan
Kita harus Ridho(Ikhlas) menerima semua ketentuan-Nya.
Bilamana hal itu terjadi maka akan menjadi SUCI adanya.
Lahaola Walla Khuwata Illa Bilahil Alliyil Adzim
+++ Amin Yaa Rabbal Alamin +++
Sedangkan Mati Terpenuhilah segala Keinginan itu
Hiduplah kamu dalam keadaan Mati
Supaya terpenuhi segala keinginan itu
Allah telah menjadikan kita
Dengan segala ketentuan yang telah Allah berikan
Susah-senang, Kaya-Miskin, Sehat-Sakit, Kebahagian-Penderitaan
Diatas segala Kerindhoan-Nya itu semua telah Allah berikan
Tanpa kita sadari, didorong dengan Rasa Makhluk yang ada
Kita tidak mau menerima ketentuan yang telah Allah berikan itu
Kita mau Senangnya saja tidak mau Susah
Kita mau kayanya saja tidak mau Miskin
Kita mau Sehatnya saja tidak mau sakit
Bila hal itu terjadi, maka Siksa Diri pasti akan terjadi
Kita akan selalu merasa Kekurangan Tidak Pernah merasa Cukup
Ketakutan akan selalu menghantui
Pikiran tidak akan bisa tenang
Dan Hati akan selalu dirudung Resah dan Gelisah
Janganlah hal itu terjadi menimpa diri kita.
Solusinya adalah :
Biasakan diri kita untuk bisa menerima semua ketentuan Allah SWT.
Diibaratkan kita berada di arus sungai yang mengalair,
tentunya kita harus bisa Mengikuti serta Menikmati
kemana arus sungai itu mengalir,
dan janganlah untuk coba-coba melawan arus sungai tersebut.
Manusia wajib berusaha tetapi Allah Jualah yang menentukan
Allah Ridho memberikan semua ketentuaan
Kita harus Ridho(Ikhlas) menerima semua ketentuan-Nya.
Bilamana hal itu terjadi maka akan menjadi SUCI adanya.
Lahaola Walla Khuwata Illa Bilahil Alliyil Adzim
+++ Amin Yaa Rabbal Alamin +++
Senin, 22 Februari 2010
R E N U N G A N
Tuhan itu satu, ada dimana-mana, abadi, pencipta alam semesta beserta isinya,
menjadi sembahan manusia sejagad raya, dengan memakai tata cara masing-masing.
Tuhan itu tidak berada di bebatuan, Tuhan itu tidak berada di kekayuan,
Tuhan itu tidak berada digedung-gedung yang mewah tetapi Tuhan itu
berada didalam dirimu sendiri.
pertemuan dengan Tuhan pasti akan terjadi apabila kamu selalu ingat kepada-Nya.
Banyaklah berkarya, tanpa menuntut balas jasa, membangun kebahagiaan dunia.
Inilah misi kehidupan manusia.
Tuhan itu jauh tanpa ada batasnya, dan dekat sekali namun tidak dapat bersentuhan.
Tuhan itu abadi, tidak dapat digambarkan perwujudannya,
merupakan sebab yang pertama dan merupakan tujuan yang terakhir dari segala bentuk kehidupan semua ciptaan yang ada.
Alam manusia adalah sembrono pada saat masih muda,
keras pada saat dia dewasa dan serakah pada saat usia tua.
Ini adalah kelemahan alami manusia, yang dapat diatasi hanya dengan melalui pengertian spiritual.
Bilamana Ingin mengetahui alam abadi,
terlebih dahulu harus mengetahui alam pribadimu.
Kalau belum mengetahui alam pribadimu,
maka masih jauhlah alam abadi itu darimu.
Kalau sudah mengetahui alam pribadimu
hendaklah kamu mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya.
Bilamana belum menemukan alam pribadimu
maka cobalah melihat dirimu sendiri.
Sudahkah anda mengenalnya?
Siapa gerangan yang suka mengajak kepada Kebaikan?....
dan siapa gerangan yang suka mengajak Kemungkaran?....
Pelajari dan Renungkan itu!!!
menjadi sembahan manusia sejagad raya, dengan memakai tata cara masing-masing.
Tuhan itu tidak berada di bebatuan, Tuhan itu tidak berada di kekayuan,
Tuhan itu tidak berada digedung-gedung yang mewah tetapi Tuhan itu
berada didalam dirimu sendiri.
pertemuan dengan Tuhan pasti akan terjadi apabila kamu selalu ingat kepada-Nya.
Banyaklah berkarya, tanpa menuntut balas jasa, membangun kebahagiaan dunia.
Inilah misi kehidupan manusia.
Tuhan itu jauh tanpa ada batasnya, dan dekat sekali namun tidak dapat bersentuhan.
Tuhan itu abadi, tidak dapat digambarkan perwujudannya,
merupakan sebab yang pertama dan merupakan tujuan yang terakhir dari segala bentuk kehidupan semua ciptaan yang ada.
Alam manusia adalah sembrono pada saat masih muda,
keras pada saat dia dewasa dan serakah pada saat usia tua.
Ini adalah kelemahan alami manusia, yang dapat diatasi hanya dengan melalui pengertian spiritual.
Bilamana Ingin mengetahui alam abadi,
terlebih dahulu harus mengetahui alam pribadimu.
Kalau belum mengetahui alam pribadimu,
maka masih jauhlah alam abadi itu darimu.
Kalau sudah mengetahui alam pribadimu
hendaklah kamu mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya.
Bilamana belum menemukan alam pribadimu
maka cobalah melihat dirimu sendiri.
Sudahkah anda mengenalnya?
Siapa gerangan yang suka mengajak kepada Kebaikan?....
dan siapa gerangan yang suka mengajak Kemungkaran?....
Pelajari dan Renungkan itu!!!
Selasa, 16 Februari 2010
PENGAKUAN
Kisah seorang hamba yang dilahirkan dengan keadaan Cacat Tubuh anggap saja namanya Si Pulan, masalahnya adalah semenjak dia lahir sampai beranjak dewasa bagian tubuh sebelah kirinya berwarna putih dan bagian tubuh sebelah kanannya berwarna hitam pekat.Setiap hari dia berkelana mencari seseorang yang bisa menyembuhkan masalah bagian tubuhnya itu, Sipulan hanya menginginkan agar tubuhnya kalau mau hitam ya hitam seluruhnya atau kalau mau jadi putih ya putihlah semuanya itulah yang menjadi harapannya. dia malu serta merasa bahwa dirinya tidak sempurna.
Disuatu saat Sipulan berangkatlah kesuatu tempat/daerah, konon katanya didaerah tersebut ada seseorang yang pinter serta terpandang dan mendapat gelar seorang Kyai yang alim. Sipulan bertamu dengan Kyai tersebut, serta mengungkapkan maksud tujuannya.
Sipulan : Pak Kyai tolonglah saya, badan saya Cacat dan tidak sempurna
bagian tubuh saya sebelah kiri berwarna putih dan bagian sebelah kanan
berwarna hitam.
tolonglah Pak Kyai mudah-mudahan bisa menolong saya dapat menyembuhkan?
- Kalau mau jadi hitam ya hitamkanlah
- Kalau mau jadi putih ya putihkanlah
Karena saya merasa malu dengan kekurangan ini.
Kyai : Hai Pulan walaupun saya disini terkenal seseorang yang bisa Mengobati
semua macam bentuk penyakit. tapi untuk masalah cacat tubuhmu itu?
kayanya saya tidak sanggup untuk menyembuhkannya.
Dan walaupun ada orang yang bisa, menyembuhkan masalah cacat tububhmu itu,
pasti seseorang yang diberi kelebihan, diutus langsung oleh Allah SWT.
Bilamana nati kamu bertemu dengan orang tersebut dan bisa menyembuhkan
masalahmu itu! itulah mukzizat dan saya mau titip pesan kepadamu untuk
ditanyakan dan disampaikan kepada orang tersebut?
- Tolong tanyakan bilamana saya mati, kira-kira nantinya saya akan masuk
Sorga no berapa?
karena saya dari dulu sampai sekarang selalu mengabdi kepada Allah,
dan sebagai buktinya saya mendirikan Masjid-masjid, Pesantren tempat-
tempat Ibadah, dan banyak lagi yang lainnya, bisa dikatakan bahwa saya
sering sekali menolong orang lain yang sedang dilanda kesusahan.
Itulah Pesan saya dan tolong sampaikan kepada orang itu?..............
Singkat cerita Sipulan keluar dari tempat itu dengan penuh kekecewaan karena Kyai tersebut ternyata tidak sanggup untuk mengobati masalahnya itu, malahan dia minta tolong menitipkan Pesan Amanat untuk disampaikan apabila saya ketemu dengan seseorang yang mampu menyembuhkan masalah cacat tubuh saya saya ini.
Sipulan meneruskan lagi perjalanan mencari seseorang yang mampu menyembuhkan masalahnya. Beliau masuk lagi kesebuah desa dan ternyata didesa tersebut ada seseorang yang terkenal sebut saja namanya Kigarong.
Sipulan masuk kerumahnya Kigarong dengan harapan yang sama, mudah-mudahan Kigarong ini bisa menyembuhkan cacatnya itu.
Sipulan mengungkapkannya lagi ke Kigarong dengan pertanyaan yang sama seperti yang dipertanyakan ke Kyai.
Sipulan : Kigarong tolonglah saya, badan saya tidak sempurna seperti yang lain,
bagian tubuh saya sebelah kiri berwarna putih dan bagian tubuh sebelah
kanan berwarna hitam.tolonglah Kigarong mudah-mudahan bisa menyembuhkan?
- Kalau mau hitam ya hitamkanlah
- Kalau mau jadi putih ya putihkanlah
Karena saya merasa malu dengan kekurangan ini, merasa hidup Saya ini
menjadi tidak berguna.
Kigarong : Hai Pulan kamu datang kesini dengan tujuan ingin berobat, kamu salah
alamat. Bukan berati saya tidak mau menolong kamu, kalau seandainya saya
bisa pasti saya akan menolong kamu.
Menurut saya yang bisa menyembuhkan cacat tubuhmu itu hanya seseorang
yang diutus langsung oleh Allah, dan bilamana kamu bertemu dengan orang
tersebut serta bisa menyembuhkan masalahmu itu!. saya mau titip pesan?
- Tolong tanyakan, bilamana saya mati, kira-kira nantinya saya akan masuk
Neraka no berapa?
karena saya banyak Dosa atas segala kekeliruan yang saya kerjakan, saya
sering mabuk-mabukan, berjudi, berjinnah membuat keributan, Fitnah,
menyakiti orang lain dan itu sering saya lakukan.
Saya merasa diri saya ini hina dina tidak ada yang patut untuk dipuji.
Tolong itu sampaikan kepada orang tersebut dan katakan bahwa saya siap
menerima apapun keputusannya???.
Sipulan keluar lagi dari tempat itu dengan kekecewaan yang serupa, malahan sekarang dia membawa 2(dua) pesan Amanat yang harus disampaikan bilamana bertemu dengan suruhan Allah yang bisa menyembuhkan masalahnya itu.
Didalam perjalanan Sipulan Berdo’a dan berharap “Yaa Allah berilah saya petunjuk harus kemana saya melangkah”Laillaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntum Minal Dzolimin, tanpa disadari diperjalanan Sipulan berpapasan dengan Seseorang yang ternyata orang tersebut adalah utusan Allah.Dan orang tersebut bertanya kepada Sipulan :
Hai Saudaraku Kenapa anda berjalan kaya orang yang sedang Kebingungan?
sipulan tersentak dan menjawab? betul sekarang ini saya lagi kebingungan untuk mencari seseorang yang bisa menyembuhkan cacat badan saya ini?
Memangnya kenapa? Sipulan bercerita mengenai masalahnya, setelah selesai maka orang tersebut tersenyum dan menyuruh Sipulan untuk segera mandi ditempat yang dia tunjukan….
Tanpa disangka ternyata apa yang menjadi masalah Sipulan selama ini tuntas hari itu juga, badannya menjadi putih semua dan Sipulan sangat gembira serta berucap Alhamdulillah segala Puji bagi Allah yang telah mengabulkan Do’a nya itu.
Sipulan baru teringat akan ucapan 2(dua) orang yang pernah dia datangi yaitu Kyai dan Kigarong yang menyatakan, bahwa yang bisa menyembuhkan penyakitnya itu adalah seseorang suruhan Allah.
Maka Sipulan langsung menyampaikan kepada suruhan Allah tersebut tentang pesan Amanat yang dititipkannya :
Sipulan : Tuanku saya sangat berterimakasih atas pertolongan Tuan yang telah
menyembuhkan penyakit saya ini. Dan perlu saya sampaikan sebelum saya
bertemu dengan Tuan saya mendatangi dua orang pintar,yang satu namanya
Kyai dan yang kedua namanya Kigarong namun mereka tidak sanggup
menyembuhkan penyakit saya ini.Malahan kedua orang tersebut menitipkan
pesan terhadap saya.
Yang Pertama dari Kyai dia bepesan :
Bilamana penyakit saya ini bisa sembuh oleh seseorang suruhan Allah maka tolong tanyakan, bilamana Kyai itu Mati, Dia akan masuk sorga No berapa?
Karena berdasarkan pengakuan dari Kyai tersebut katanya dia sering menolong orang lain dan selalu berbuat kebaikan, mendirikan tempat-tempat Ibadah seperti Masjid, mendirikan Pesantren tempat-tempat sosial, dan semua itu dia lakukan sebagai bukti kebaikannya.Dia sangat berharap sekali atas jawaban dari Tuan.
saya percaya bahwa Tuan mutlak disuruh oleh Allah?
Yang Kedua dari Kigarong Bepesan :
Bilamana penyakit saya ini sembuh oleh seseorang suruhan Allah maka tolong tanyakan bilamana nanti dia Mati, Dia akan masuk Neraka No berapa?
Karena berdasarkan pengakuan dari Kigarong bahwasanya dia banyak Dosa sering sekali menyakiti orang lain, suka mabuk-mabukan, berjudi dan berbuat maksiat dan itu semua dia sadari. Dia sangat berharap sekali atas jawaban dari Tuan, dan saya percaya bahwa Tuan mutlak disuruh oleh Allah?
Setelah Sipulan menyampaikan Pesan Amanat tersebut, maka seseorang suruhan Allah tersebut merenung sejenak dan tersenyum, serta menjawab:
Pulan Sampaikan jawaban ini kepada kedua orang tersebut:
Yang pertama ke Kyai, bahwasanya Dia akan masuk kepada panasnya Api Neraka?
Dan yang kedua ke Kigarong, sampaikan salam dari saya bahwasanya dia akan masuk kedalam surga Firdaus?
Sipulan kaget mendengar semua jawaban tersebut, dan dia berfikir apakah itu gak kebalik, karena orang yang suka beramal itu adalah Pak Kyai sedangkan yang suka berbuat maksiat itu adalah Kigarong?
Pesuruh Allah itu menjawab apa yang sedang Sipulan pikirkan.
Pulan sampaikan aja dulu semua jawaban ini kepada kedua orang tersebut, dan nanti setelah disampaikan akan saya jawab apa yang kamu pikirkan itu?
Singkat cerita Sipulan menyampaikan jawaban yang pertama ke Kyai.
Kyai : Pulan Siapakah yang menyembuhkan penyakitmu itu ?
Sipulan : Seseorang suruhan Allah, seperti yang dikatakan Pak Kyai kepada saya
Kyai : Bagaimana Pesan saya itu sudah disampaikan ?
Sipulan : Sudah Pak Kyai.
Kyai : Apa katanya, dan masuk surga No berapa untuk saya ??
Sipulan : Maaf Pak Kyai, katanya orang suruhan Allah tersebut bilang bahwa
Pak Kyai nantinya akan masuk kepada Panasnya Api Neraka
Kyai : Benarkah itu Pulan??? dengan nada kecewa, kalau begitu percuma saja
apa yang saya lakukan selama ini, kalau nyatanya hasilnya sia-sia.
Selanjutnya Sipulan mendatangi Orang Kedua yaitu Kigarong
Kigarong : Pulan ternyata sudah sembuh penyakitmu itu? Siapakah yang Menyembuhkan?
Sipulan : Alhamdulillah Orang Suruhan Allah tersebut
Kigarong : Bagaimana pesan saya itu sudah disampaikan,
saya nantinya akan masuk bagian Neraka No berapa?
Sipulan : Bapak dapat Salam dari orang suruhan Allah tersebut,dan Bapak katanya
tergolong orang yang akan masuk Sorga Firdaus.
Kigarong : Benarkah itu Pulan! Kayanya itu mustahil, masa orang seperti saya
ini tergolong orang yang akan masuk Sorga.
Sipulan : Apa yang saya katakan, itu bener Jawaban dari suruhan Allah tersebut.
Kigarong : Allahu Akbar. Kigarong langsung bersujud dan berucap Alhamdulillah,
Subhannallah Walhamdulillah Walla Illaha Illellohu Allahu Akbar.
Atas kejadian itu Sipulan merasa kebingungkan atas jawaban dari orang suruhan Allah tersebut dan Dia langsung menuju ketempat dimana dia berada.
Setelah bertemu Sipulan langsung menanyakan tentang kebenaran jawaban itu semua ?
Suruhan Allah itu menjawab, dan menceritakan kebenarannya kepada Sipulan.
sebenarnya apa yang kamu lihat kepada kedua orang tersebut, itu baru luarnya saja, benar sekali apa yang dikerjakan oleh Pak Kyai sering berbuat kebaikan, mendirikan tempat-tempat Ibadah dan suka menolong orang lain, dan semua itu selalu dia kata-katakan kepada semua orang untuk mendapat Pujian yang menjadi kebanggaan.
Tetapi dia tidak sadar bahwa dia juga sering berbuat kesalahan atas Dosa-dosa yang pernah dia perbuat , namun hal itu tidak pernah dia ungkapkan.
Itulah yang menjadi sebab masuknya dia kepanasnya Api Neraka bahwa yang sebenarnya dia tidak pernah Jujur atas keterangannya.
Dan Allah Maha Tahu serta Melihat atas semua yang dia kerjakan.
Kalau Kigarong sebaliknya dia sering mengungkap atas semua dosa-dosa yang pernah dia lakukan dari atas segala kejujurannya. dan Kigarong tidak pernah mengungkap atau mengakui atas semua kebaikan-kebaikannya, baik Pengabdiannya kepada Allah, atau Amal-amalannya.
Itulah yang menjadi sebab, makanya Kigarong termasuk seseorang yang akan menempati Indahnya Sorga Firdaus.
-----Amin Yaa Rabbal Alamain-------
Sahabatku yang tercinta itulah alkisah yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ada Hikmat serta Manfaatnya untuk kita sekalian.
Sekecil-kecilnya Dosa yang pernah kita lakukan, kita wajib untuk mengakui dan mengungkapkanya dihadapan Allah SWT, dan kita harus selalu memohon ampunan-Nya. ALLAHU AKBAR.
Sebesar-besarnya kita berbuat kebaikan “AWAS’ & HATI-HATI” Jangan sampai diakui, bahwa itu hasil karya perbuatan kita. Karena Sifat manusia adalah serakah sesuai dengan Kodrat Iradatnya, tidak pernah untuk memikirkan orang lain sebelum terpuaskan untuk dirinya sendiri. Dan dia selalu kekurangan tidak akan pernah ada puasnya selama dia berada.
Makanya apabila kita dijadikan perantara oleh Allah SWT, untuk berbuat baik terhadap alam semesta, kita wajib untuk mensyukurinya dan jangan sekali-kali untuk diakui bahwa itu hasil karya kita, apalagi kita disombongkan haus akan pujian .karena didalamnya ada campur tangan Allah yang menpunyai sifat “Rachman Rachim”.
Sifat manusia adalah serakah sesuai dengan Kodrat Iradatnya, dan selalu kekurangan tidak akan pernah ada puasnya selama dia berada.
Kebaikan yang kita lakukan Allah Jua lah yang berbuat, kita hanya sebagai perantara.
Tetapi sekecil-kecilnya perbuatan Dosa, itu adalah merupakan hasil karya kita sendiri yang wajib kita akui, berdasarkan pengakuan dihadapan Allah SWT.
http://dayatmhidayat.blogspot.com/
Disuatu saat Sipulan berangkatlah kesuatu tempat/daerah, konon katanya didaerah tersebut ada seseorang yang pinter serta terpandang dan mendapat gelar seorang Kyai yang alim. Sipulan bertamu dengan Kyai tersebut, serta mengungkapkan maksud tujuannya.
Sipulan : Pak Kyai tolonglah saya, badan saya Cacat dan tidak sempurna
bagian tubuh saya sebelah kiri berwarna putih dan bagian sebelah kanan
berwarna hitam.
tolonglah Pak Kyai mudah-mudahan bisa menolong saya dapat menyembuhkan?
- Kalau mau jadi hitam ya hitamkanlah
- Kalau mau jadi putih ya putihkanlah
Karena saya merasa malu dengan kekurangan ini.
Kyai : Hai Pulan walaupun saya disini terkenal seseorang yang bisa Mengobati
semua macam bentuk penyakit. tapi untuk masalah cacat tubuhmu itu?
kayanya saya tidak sanggup untuk menyembuhkannya.
Dan walaupun ada orang yang bisa, menyembuhkan masalah cacat tububhmu itu,
pasti seseorang yang diberi kelebihan, diutus langsung oleh Allah SWT.
Bilamana nati kamu bertemu dengan orang tersebut dan bisa menyembuhkan
masalahmu itu! itulah mukzizat dan saya mau titip pesan kepadamu untuk
ditanyakan dan disampaikan kepada orang tersebut?
- Tolong tanyakan bilamana saya mati, kira-kira nantinya saya akan masuk
Sorga no berapa?
karena saya dari dulu sampai sekarang selalu mengabdi kepada Allah,
dan sebagai buktinya saya mendirikan Masjid-masjid, Pesantren tempat-
tempat Ibadah, dan banyak lagi yang lainnya, bisa dikatakan bahwa saya
sering sekali menolong orang lain yang sedang dilanda kesusahan.
Itulah Pesan saya dan tolong sampaikan kepada orang itu?..............
Singkat cerita Sipulan keluar dari tempat itu dengan penuh kekecewaan karena Kyai tersebut ternyata tidak sanggup untuk mengobati masalahnya itu, malahan dia minta tolong menitipkan Pesan Amanat untuk disampaikan apabila saya ketemu dengan seseorang yang mampu menyembuhkan masalah cacat tubuh saya saya ini.
Sipulan meneruskan lagi perjalanan mencari seseorang yang mampu menyembuhkan masalahnya. Beliau masuk lagi kesebuah desa dan ternyata didesa tersebut ada seseorang yang terkenal sebut saja namanya Kigarong.
Sipulan masuk kerumahnya Kigarong dengan harapan yang sama, mudah-mudahan Kigarong ini bisa menyembuhkan cacatnya itu.
Sipulan mengungkapkannya lagi ke Kigarong dengan pertanyaan yang sama seperti yang dipertanyakan ke Kyai.
Sipulan : Kigarong tolonglah saya, badan saya tidak sempurna seperti yang lain,
bagian tubuh saya sebelah kiri berwarna putih dan bagian tubuh sebelah
kanan berwarna hitam.tolonglah Kigarong mudah-mudahan bisa menyembuhkan?
- Kalau mau hitam ya hitamkanlah
- Kalau mau jadi putih ya putihkanlah
Karena saya merasa malu dengan kekurangan ini, merasa hidup Saya ini
menjadi tidak berguna.
Kigarong : Hai Pulan kamu datang kesini dengan tujuan ingin berobat, kamu salah
alamat. Bukan berati saya tidak mau menolong kamu, kalau seandainya saya
bisa pasti saya akan menolong kamu.
Menurut saya yang bisa menyembuhkan cacat tubuhmu itu hanya seseorang
yang diutus langsung oleh Allah, dan bilamana kamu bertemu dengan orang
tersebut serta bisa menyembuhkan masalahmu itu!. saya mau titip pesan?
- Tolong tanyakan, bilamana saya mati, kira-kira nantinya saya akan masuk
Neraka no berapa?
karena saya banyak Dosa atas segala kekeliruan yang saya kerjakan, saya
sering mabuk-mabukan, berjudi, berjinnah membuat keributan, Fitnah,
menyakiti orang lain dan itu sering saya lakukan.
Saya merasa diri saya ini hina dina tidak ada yang patut untuk dipuji.
Tolong itu sampaikan kepada orang tersebut dan katakan bahwa saya siap
menerima apapun keputusannya???.
Sipulan keluar lagi dari tempat itu dengan kekecewaan yang serupa, malahan sekarang dia membawa 2(dua) pesan Amanat yang harus disampaikan bilamana bertemu dengan suruhan Allah yang bisa menyembuhkan masalahnya itu.
Didalam perjalanan Sipulan Berdo’a dan berharap “Yaa Allah berilah saya petunjuk harus kemana saya melangkah”Laillaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntum Minal Dzolimin, tanpa disadari diperjalanan Sipulan berpapasan dengan Seseorang yang ternyata orang tersebut adalah utusan Allah.Dan orang tersebut bertanya kepada Sipulan :
Hai Saudaraku Kenapa anda berjalan kaya orang yang sedang Kebingungan?
sipulan tersentak dan menjawab? betul sekarang ini saya lagi kebingungan untuk mencari seseorang yang bisa menyembuhkan cacat badan saya ini?
Memangnya kenapa? Sipulan bercerita mengenai masalahnya, setelah selesai maka orang tersebut tersenyum dan menyuruh Sipulan untuk segera mandi ditempat yang dia tunjukan….
Tanpa disangka ternyata apa yang menjadi masalah Sipulan selama ini tuntas hari itu juga, badannya menjadi putih semua dan Sipulan sangat gembira serta berucap Alhamdulillah segala Puji bagi Allah yang telah mengabulkan Do’a nya itu.
Sipulan baru teringat akan ucapan 2(dua) orang yang pernah dia datangi yaitu Kyai dan Kigarong yang menyatakan, bahwa yang bisa menyembuhkan penyakitnya itu adalah seseorang suruhan Allah.
Maka Sipulan langsung menyampaikan kepada suruhan Allah tersebut tentang pesan Amanat yang dititipkannya :
Sipulan : Tuanku saya sangat berterimakasih atas pertolongan Tuan yang telah
menyembuhkan penyakit saya ini. Dan perlu saya sampaikan sebelum saya
bertemu dengan Tuan saya mendatangi dua orang pintar,yang satu namanya
Kyai dan yang kedua namanya Kigarong namun mereka tidak sanggup
menyembuhkan penyakit saya ini.Malahan kedua orang tersebut menitipkan
pesan terhadap saya.
Yang Pertama dari Kyai dia bepesan :
Bilamana penyakit saya ini bisa sembuh oleh seseorang suruhan Allah maka tolong tanyakan, bilamana Kyai itu Mati, Dia akan masuk sorga No berapa?
Karena berdasarkan pengakuan dari Kyai tersebut katanya dia sering menolong orang lain dan selalu berbuat kebaikan, mendirikan tempat-tempat Ibadah seperti Masjid, mendirikan Pesantren tempat-tempat sosial, dan semua itu dia lakukan sebagai bukti kebaikannya.Dia sangat berharap sekali atas jawaban dari Tuan.
saya percaya bahwa Tuan mutlak disuruh oleh Allah?
Yang Kedua dari Kigarong Bepesan :
Bilamana penyakit saya ini sembuh oleh seseorang suruhan Allah maka tolong tanyakan bilamana nanti dia Mati, Dia akan masuk Neraka No berapa?
Karena berdasarkan pengakuan dari Kigarong bahwasanya dia banyak Dosa sering sekali menyakiti orang lain, suka mabuk-mabukan, berjudi dan berbuat maksiat dan itu semua dia sadari. Dia sangat berharap sekali atas jawaban dari Tuan, dan saya percaya bahwa Tuan mutlak disuruh oleh Allah?
Setelah Sipulan menyampaikan Pesan Amanat tersebut, maka seseorang suruhan Allah tersebut merenung sejenak dan tersenyum, serta menjawab:
Pulan Sampaikan jawaban ini kepada kedua orang tersebut:
Yang pertama ke Kyai, bahwasanya Dia akan masuk kepada panasnya Api Neraka?
Dan yang kedua ke Kigarong, sampaikan salam dari saya bahwasanya dia akan masuk kedalam surga Firdaus?
Sipulan kaget mendengar semua jawaban tersebut, dan dia berfikir apakah itu gak kebalik, karena orang yang suka beramal itu adalah Pak Kyai sedangkan yang suka berbuat maksiat itu adalah Kigarong?
Pesuruh Allah itu menjawab apa yang sedang Sipulan pikirkan.
Pulan sampaikan aja dulu semua jawaban ini kepada kedua orang tersebut, dan nanti setelah disampaikan akan saya jawab apa yang kamu pikirkan itu?
Singkat cerita Sipulan menyampaikan jawaban yang pertama ke Kyai.
Kyai : Pulan Siapakah yang menyembuhkan penyakitmu itu ?
Sipulan : Seseorang suruhan Allah, seperti yang dikatakan Pak Kyai kepada saya
Kyai : Bagaimana Pesan saya itu sudah disampaikan ?
Sipulan : Sudah Pak Kyai.
Kyai : Apa katanya, dan masuk surga No berapa untuk saya ??
Sipulan : Maaf Pak Kyai, katanya orang suruhan Allah tersebut bilang bahwa
Pak Kyai nantinya akan masuk kepada Panasnya Api Neraka
Kyai : Benarkah itu Pulan??? dengan nada kecewa, kalau begitu percuma saja
apa yang saya lakukan selama ini, kalau nyatanya hasilnya sia-sia.
Selanjutnya Sipulan mendatangi Orang Kedua yaitu Kigarong
Kigarong : Pulan ternyata sudah sembuh penyakitmu itu? Siapakah yang Menyembuhkan?
Sipulan : Alhamdulillah Orang Suruhan Allah tersebut
Kigarong : Bagaimana pesan saya itu sudah disampaikan,
saya nantinya akan masuk bagian Neraka No berapa?
Sipulan : Bapak dapat Salam dari orang suruhan Allah tersebut,dan Bapak katanya
tergolong orang yang akan masuk Sorga Firdaus.
Kigarong : Benarkah itu Pulan! Kayanya itu mustahil, masa orang seperti saya
ini tergolong orang yang akan masuk Sorga.
Sipulan : Apa yang saya katakan, itu bener Jawaban dari suruhan Allah tersebut.
Kigarong : Allahu Akbar. Kigarong langsung bersujud dan berucap Alhamdulillah,
Subhannallah Walhamdulillah Walla Illaha Illellohu Allahu Akbar.
Atas kejadian itu Sipulan merasa kebingungkan atas jawaban dari orang suruhan Allah tersebut dan Dia langsung menuju ketempat dimana dia berada.
Setelah bertemu Sipulan langsung menanyakan tentang kebenaran jawaban itu semua ?
Suruhan Allah itu menjawab, dan menceritakan kebenarannya kepada Sipulan.
sebenarnya apa yang kamu lihat kepada kedua orang tersebut, itu baru luarnya saja, benar sekali apa yang dikerjakan oleh Pak Kyai sering berbuat kebaikan, mendirikan tempat-tempat Ibadah dan suka menolong orang lain, dan semua itu selalu dia kata-katakan kepada semua orang untuk mendapat Pujian yang menjadi kebanggaan.
Tetapi dia tidak sadar bahwa dia juga sering berbuat kesalahan atas Dosa-dosa yang pernah dia perbuat , namun hal itu tidak pernah dia ungkapkan.
Itulah yang menjadi sebab masuknya dia kepanasnya Api Neraka bahwa yang sebenarnya dia tidak pernah Jujur atas keterangannya.
Dan Allah Maha Tahu serta Melihat atas semua yang dia kerjakan.
Kalau Kigarong sebaliknya dia sering mengungkap atas semua dosa-dosa yang pernah dia lakukan dari atas segala kejujurannya. dan Kigarong tidak pernah mengungkap atau mengakui atas semua kebaikan-kebaikannya, baik Pengabdiannya kepada Allah, atau Amal-amalannya.
Itulah yang menjadi sebab, makanya Kigarong termasuk seseorang yang akan menempati Indahnya Sorga Firdaus.
-----Amin Yaa Rabbal Alamain-------
Sahabatku yang tercinta itulah alkisah yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ada Hikmat serta Manfaatnya untuk kita sekalian.
Sekecil-kecilnya Dosa yang pernah kita lakukan, kita wajib untuk mengakui dan mengungkapkanya dihadapan Allah SWT, dan kita harus selalu memohon ampunan-Nya. ALLAHU AKBAR.
Sebesar-besarnya kita berbuat kebaikan “AWAS’ & HATI-HATI” Jangan sampai diakui, bahwa itu hasil karya perbuatan kita. Karena Sifat manusia adalah serakah sesuai dengan Kodrat Iradatnya, tidak pernah untuk memikirkan orang lain sebelum terpuaskan untuk dirinya sendiri. Dan dia selalu kekurangan tidak akan pernah ada puasnya selama dia berada.
Makanya apabila kita dijadikan perantara oleh Allah SWT, untuk berbuat baik terhadap alam semesta, kita wajib untuk mensyukurinya dan jangan sekali-kali untuk diakui bahwa itu hasil karya kita, apalagi kita disombongkan haus akan pujian .karena didalamnya ada campur tangan Allah yang menpunyai sifat “Rachman Rachim”.
Sifat manusia adalah serakah sesuai dengan Kodrat Iradatnya, dan selalu kekurangan tidak akan pernah ada puasnya selama dia berada.
Kebaikan yang kita lakukan Allah Jua lah yang berbuat, kita hanya sebagai perantara.
Tetapi sekecil-kecilnya perbuatan Dosa, itu adalah merupakan hasil karya kita sendiri yang wajib kita akui, berdasarkan pengakuan dihadapan Allah SWT.
http://dayatmhidayat.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)